Tampilkan postingan dengan label Galeri Manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Galeri Manusia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 April 2011

Di Manakah Letak Kekaisaran Ottoman?


Geoweek, Kompas – KEKAISARAN Ottoman (1301-1922) mengontrol daerah sangat luas yang terbentang di tiga benua dan merupakan salah satu kekaisaran tertua dalam sejarah.

Berawal dari beberapa negara bagian kecil di Turki. Kekaisaran Ottoman lahir di Asia Kecil dan secara bertahap menyerap Kekaisaran Bizantium. Dalam waktu satu abad, masyarakat Turki Ottoman beradaptasi dari pejuang nomad menjadi penguasa dari kekaisaran yang sangat besar.

Kamis, 21 April 2011

Di Manakah Kubah Batu Berada?


Geoweek, Kompas – PENANDA kota paling nyata di bagian kota tua Jerusalem adalah kuba masjid berlapis emas milik umat Muslim, Kubah Batu. Kubah ini san kubah keperakan yang lebih kecil dari Masjid Al Aqsa menempati Haram esh Sharif, tempat yang dulu merupakan lokasi kenisah orang Yahudi, Sulaiman, dan Herodes.

Kubah Batu mendapatkan namanya dari batu di mana bangunan itu didirikan. Batu yang dipandang suci oleh kaum Muslim itu diyakini sebagai tempat Nabi Muhammad SAW melakukan Isra’ dan Mi’raj. Menurut tradisi orang Yahudi, batu itu juga tempat Ibrahim akan mengurbankan anaknya, Ismail.

Senin, 18 April 2011

Apakah Lingkaran Batu Gambia?


Geoweek, Kompas – DALAM beberapa hal, lingkaran batu Gambia memiliki kemiripan dengan Stonehenge dan sejumlah tinggalan neolitik di Eropa. Lingkaran batu ini berada di Gambia dan negara yang bertetangga dengannya, Senegal, Afrika. Terdapat berbagai spekulasi mengenai arti dan penggunaan batu-batu tersebut, tetapi kebanyakan ahli sepakat bahwa mereka menandai kehadiran sebuah kebidayaan yang cukup canggih dan luas pengaruhnya.

Lingkaran tersebut masing-masing adakalanya terdiri dari selusin hingga 20 batu. Batu-batu itu diukir dari bentuk alamiah batuan lunak yang banyak terdapat di kawasan tersebut, jenis yang cenderung mengeras akibat pengaruh cuaca.

Kamis, 14 April 2011

Siapakah Perempuan-perempuan Laut Udo?


Geoweek, Kompas – SULIT membayangkan sebuah evolusi budaya yang paling tidak umum daripada evolusi yang menyebabkan perempuan-perempuan Udo, sebuah pulau di Korea Selatan, membalikkan struktur sosial. Di pulau itu, perempuan-perempuan Asia mengambil pekerjaan di tempat yang paling rendah di daerah itu, dan dengan melakukannya, mereka menjadi kepala keluarga dan matriarkh keluarga mereka.

Laki-laki menganggap menyelam di lepas pantai untuk mencari makan merendahkan mereka sehingga memilih pekerjaan lain. Tetapi, di kawasan di mana sebagian besar makanan berasal dari laut, kemampuan para perempuan tersebut menyelam memberi mereka kekuasaan.

Jumat, 08 April 2011

Apakah Kapal Tertua Telah Ditemukan?


Geoweek, Kompas – SISA-sisa kapal berusia 4.000 tahun, kapal tertua yang menjelajahi lautan dunia, telah ditemukan di goa-goa dekat Laut Merah. Keenam goa buatan manusia itu digali di Wadi Gawasis, sekitar 13 mil (21 kilometer) selatan Pelabuhan Safaga. Kapal itu mungkin merupakan salah satu dari beberapa kapal yang digunakan Ratu Mesir Hatshepsut untuk ekspedisi perdagangan ke selatan Laut Merah pada masa sekitar 1500 SM.

Para arkeolog menemukan papan-papan dan kayu-kayu dek, dayung kotak-kotak kargo, jangkar-jangkar batu, pot-pot tembikar, dan gulungan tali yang masih utuh di dalam goa itu. Kondisi papan-papan kayu dan artefak lain tersebut mengindikasikan bahwa orang-orang Mesir tampaknya membawa kapal-kapal itu dalam bentuk kepingan sejauh 90 mil (145 kilometer) dari padang pasir terbuka menuju Laut Merah, di mana kemudian kapal tersebut dirakit menjadi kapal utuh.

Sabtu, 02 April 2011

Di Manakah Ditemukan Parfum Tertua?


Geoweek, Kompas – MANGKUK-mangkuk tanah liat yang digali dari reruntuhan pabrik tua di Pulau Siprus ternyata mengandung sisa berjenis-jenis parfum. Wewangian ini berasal dari masa 4.000 tahun lalu dan dipercaya merupakan parfum tertua yang pernah ditemukan.

Sebuah analisis isi dari pot memperlihatkan bahwa parfum tersebut terdiri dari ekstrak almon, anis, bergamot, ketumbar, peterseli, cemara dan bahan-bahan lain. Rempah-rempah itu dicampur dengan minyak zaitun dan kemudian didistilasi memakai alat-alat dari tanah liat. Resep-resep untuk membuat berjenis-jenis parfum juga ditemukan di reruntuhan.

Sabtu, 26 Maret 2011

Di Manakah Para “Prajurit Awan” Tinggal?

Geoweek, Kompas - CHACHAPOYA adalah sebuah peradaban kuno yang tinggal di benteng-benteng kota di puncak Pegunungan Andes di wilayah Peru dari tahun 800 hingga pertengahan 1.500 M. hanya tersisa sedikit dari kebudayaan mereka, kecuali beberapa mumi yang masih terawetkan dengan baik, puing-puing benteng yang terserak dan cerita tentang kerasnya perlawanan mereka terhadap pengaruh Kekaisaran Inca.

Orang-orang Chachapoya membangun rumah-rumah berbentuk bulat dan memperkuat strukturnya di sepanjang punggung dan puncak-puncak pegunungan yang diselimuti oleh kabut di tempat yang tinggi itu. Cerita popular dari masa itu menyebutkan para penghuni bukit yang menjadi kuat akibat peperangan tersebut sebagai “pejuang awan”.

Senin, 17 Januari 2011

Apakah Lembah Sungai Kuno Amazon “Berisi” Orang?


Geoweek, Kompas – PARA peneliti menemukan 10 desa pra-Columbus, saling terhubung oleh sistem jalan canggih, di dalam kawasan Amazon yang liar. Permukiman yang berada di kawasan Xingu, Brasil, dihuni tahun 1250-1600 Masehi.

Desain inovatif dan kompleks permukiman Xianguano mengalahkan kebudayaan yang sama dari periode waktu yang sama di Amerika Utara, Afrika, Asia, dan beberapa bagian Eropa. Desa-desa itu memiliki jarak yang sama satu dengan yang lain, kira-kira 20 mil (32 kilometer) dan dihubungkan dengan jalan lurus yang berputar ke arah luar dari pusat kegiatan di bagian tengah lingkaran yang tampaknya dipakai untuk keperluan upacara.

Jumat, 31 Desember 2010

Apa yang Baru tentang Cymru?


Geoweek, Kompas – JIKA nama “Cymru” membingunkan Anda, hal ini bisa di mengerti. Cymru, di bagian sebelah barat Inggris Raya. Cymru juga nama bahasa asli kawasan itu. Sebuah bahasa kuno yang kedengarannya mengelompokkan konsonan-konsonan ke dalam cara yang sangat membingungkan, setidaknya untuk orang yang biasanya menggunkan bahasa Inggris.

Namun, bahasa itu, bersama-sama dengan kawasannya sedang kembali populer. Setidaknya satu dari lima orang yang tinggal di Wales bisa berbicara Cymru, salah satu bahasa tulis tertua di Eropa, berkat dukungan dari pemerintah daerah dan meningkatnya minta di kalangan anak muda untuk mengembangkan budaya mereka.

Sabtu, 25 Desember 2010

Apa yang terjadi dengan Antonie de Saint-Exupery?


Geoweek, Kompas – PADA  suatu minggu pagi yang cerah di bulan Juli 1944, pilot Antonie de Saint-Exupery meninggalkan lapangan terbang Sardinia menuju pesisir Perancis. Di dalam pesawatnya, Lockheed P-38 yang dinamai Kilat, ia berharap dapat mendeteksi pergerakan pasukan Jerman.

Namun, Saint-Exupery tidak pernah kembali dari misinya, dan hal itu mengawali 60 tahun misteri kehilangannya. Awal musim semi tahun ini sejumlah penyelam menemukan rongsokan pesawat P-38 yang rupanya menabrak laut sekitar 1,8 mil (3 kilometer) dari peisir pantai Marseilles, Perancis.

Rabu, 22 Desember 2010

Di Mana “Abad Atom” Dimulai?


Geoweek, Kompas – PADA tahun-tahun awal Perang Dunia II, para ahli menempatkan energi yang berasal dari satu gram uranium jika “dibakar” dengan kondisi yang tepat, akan setara dengan 10 juta kali energi yang keluar dari pembakaran batu bara dan udara dengan jumlah berat yang sama.

Pada awal tahun 1940-an, ketika perang berkecamuk di dataran Eropa, para ahli fisika dari kedua pihak yang berperang diperintahkan meneliti uranium sebagaimana mereka meneliti kekuatan yang dilepaskan atom dalam pembentukan sebuah bom.

Rabu, 15 Desember 2010

Di Mana Mercusuar Eddystone?


Geoweek, Kompas – SELAMA berabad-abad perairan di selatan lepas pantai Inggris mengambil korban kapal-kapal dagang, terutama dekat sekelompok bebatuan yang berjarak 14 mil (22,5 kilometer) di selatan Plymouth. Di sinilah pada tahun 1698 seorang pedagang Inggris bernama Henry Winstanley membangun mercusuar pertama di dunia yang dibangun di atas bebatuan di laut lepas.

Mercusuar Eddystone yang pertama, dibuat dari kayu, begitu compang-camping terkena hantaman badai pada tahun pertama berdirinya, sehingga mendorong Winstanley membangun lagi mercusuar itu, memperkuatnya begitu rupa sehingga dia berani menyebut mercusuar itu akan tahan terhadap badai sekuat apapun. Dia mengatakan akan menaklukkan badai seperti itu, dan dia berada di mercusuarnya ketika badai besar menghantam pada tahun 1703. badai itu mengambil korban jiwa 8.000 orang di Inggris, termasuk Winstanley, yang tertidur di menara mercusuarnya.

Sabtu, 04 Desember 2010

Di Manakah Letak “Lembah Mumi Emas”?


Geoweek, Kompas – PADA tahun 1996, di Btahariya, kota di tengah oasis yang terletak sekitar 322 kilometer di barat daya Cairo, Mesir, seorang penjaga makam Alexander Agung melintas dengan keledainya. Hewan tunggangan itu jatuh terantuk batu. Peristiwa kesandung yang tampak sepele itu, ternyata mengantar ilmuwak ke penemuan arkeologis paling penting setelah penemuan makan Raja Tutankhamun.

Para peneliti emudian menggali lebih dari 100 mumi yang terkubur di kawasan tersebut. Para pakar memeprkirakan temuan itu nantinya bisa mencapai 10.000 mumi. Dengan demikian, Kota Bathaiya menjadi kuburan terbesar di Mesir.

Senin, 29 November 2010

Apakah Kucing Menjadi Binatang Peliharaan pada Zaman Siprus Kuno?


Geoweek, Kompas – SEBUAH keburan yang baru-baru ini digali dari timbunan tanah di sebuah desa yang berasal dari zaman Neolitik di Pulau Siprus di laut Tengah telah membuat para ilmuwan bertanya-tanya mengenai kapan persisnya manusia mulai memelihara hewan sebagai binatang peliharaan.

Kuburan itu, dibongkar pada suatu restorasi Shillourokambos, berasal dari masa 9.500 tahun lalu dan di dalamnya berisi tulang-belulang manusia, disertai dengan koleksi batuan-batuan mengilat dan kerang laut, tampaknya merupakan benda berharga pada saat itu dan peralatan pembuat api dari batu serta berbagai kapak.

Kamis, 25 November 2010

Di Mana Letak Kota Bawah Laut?


Geoweek, Kompas – MESKIPUN sekarang mereka berada di bawah Laut Utara, daratan yang terletak di antara Inggris Raya dan daratan Eropa saat ini membentuk jembatan yang menyatukan kawasan-kawasan tersebut pada masa abad es lalu. Desa-desa kecil dan permukiman pasti menghiasi kawasan itu yang sekarang telah menjadi laut terbuka. Teknologi modern di dalam bentu rekonstruksi komputer dan arkeolog bawah laut, menawarkan gambar yang lebih jelas mengenai seperti apa kehidupan ketika bagian Bumi ini mulai mencair.

Sebuah tim penyelam dari Submerged Prehistoric Landscape Project di University of Newcastle Upon Tyne telah menemukan lokasi-lokasi yang setidaknya merupakan permukiman kuno. Salah satunya berasal dari masa Mesolitik akhir (8.500-5.000 tahun lalu) dan yang satunya lagi berasal dari era Mesolitik awal (10.000-8.500 tahun lalu). Kedua lokasi itu mengalami banjir ketika permukiman air laut naik setelah abad es.

Senin, 15 November 2010

Siapa Pelontar Batu Terbaik?


Geoweek, Kompas – MENURUT The Guiness Book of World Records, seorang warga Texas bernama Jerdone Coleman McGhee mendapat gelar itu pada tahun 1992 ketika dia melepar batu menyeberangi permukaan Sungai Blanco dan membuat batu itu melompat 38 kali di atas air sebelum tenggelam. Kejadian ini menarik minat tim ilmuwan dan mahasiswa fisika dari Perancis yang ingin tahu bagaimana McGhee melaukannya.

Solusi fisika Christophe Clanet bertumbuh dari pertanyaan anak laki-lakinya yang berusia delapan tahun saat mereka berdua mencoba melaontarkan batu dipermukaam sungai.

Clanet membuat satu set persamaan kompleks untuk menghitung dengan tepat kombinasi kecepatan, sudut dan putaran obyek yang dilemparkan. Setelah persamaan tersebut dipublikasikan di sebuah jurnal fisika terkenal, Clanet meyakinkan mahasiswanya untuk mebuat sebuah mesin untuk menguji persamaan teori itu.

Alat itu melemparkan piringan aluminium kecil di permukaan kolam air yang dalamnya 6,5 kaki (2 meter). Persoalan kunci, mereka menemukan bahwa piringan tersebut, atau batu, dalm hal ini, membuat lontaran terbaik ketikan menyentuh permukaan air dengan sudut 20 derajat. Lemparan yang membuat sudut 45 derajat membuat batu itu tenggelam.

Dari percobaan tersebut mereka menetapkan bahwa batu yang di lempar McGhee melayang dengan kecepatan 25 mil per jam (40 km per jam), berputar 14 kali per detik dan membentuk sudut 20 derajat dengan permukaan air untuk membuat lemparan itu membuat rekor. (NYTNS)

GW1219 Copyright © 2004 The New York Times Syndicate


Sumber artikel dan gambar : Harian Kompas

Minggu, 07 November 2010

Apakah Warisan Otto Lilienthal?


Geoweek, Kompas – WARISAN Lilienthal adlah inspirasi-inspirasi utama yang mendorong Orville dan Wilbur Wright mencapai penerbangan yang lebih berat dari udara. Kisah cinta Otto Lilienthal dengan penerbangan dimulai ketika usianya baru 13 tahun. Bersama-sama dengan saudaranya, Gustav, dia merancang sayap-sayap yang terbuat dari kayu dan kain linen, menempelkannya di kedua lengan dan tangannya, lalu berlari menuruni bukit dalam usaha mereka untuk bisa terbang. Ketika kakak-beradik ini semakin dewasa, rancangan mereka juga semakin matang. Segera mereka membuat sayap yang lebih besar, dimana mereka akan bergantungan dan terbang.

Perang Perancis-Prussia menghentikan percobaan-percobaan mereka. Setelah perang itu selesai, tinggal Otto yang mempertahankan impian untuk bisa terbang. Pada tahun 1891 dia telah mempertunjukan pesawat layangnya yang pertama yang terbuat dari kayu willow dan kain katun, lalu melompat dari papan berpegas untuk penerbangan pertama yang sukses sejauh beberapa meter.

Senin, 01 November 2010

Apa yang Terjadi di Kitty Hawk?


Geoweek, Kompas – KEBANYAKAN orang bahwa penerbangan pertama yang berhasil dengan menggunakan mesin yang lebih berat dari udara pada tahun 1903 terjadi di Kitty Hawk, North Carolina. Telegram yang mengabarkan tentang penerbangan pertama yang sangat terkenal itu dikirim dari kota kecil, terpencil di negara bagian yang terbatas dengan pantai Atlantik itu dan kota itu selalu dihubungkan dengan peristiwa tersebut.

Tetapi faktanya penernbagna pertama berlangsung di Kill Devil Hills, pertengahan antara sekarang adalah kota Kitty Hawk dan Nags Head.

Orvilie dan Wilbur Wright telah meninggalkan Dayton, Ohio, untuk menghabiskan tiga musim panas terakhir di bagian North Carolina itu, mengambil manfaat dari angin laut yang selalu konstan untuk menguji layang-layang dan kemudian pesawat layang mereka.

Pada pertengahan Desember tahun ini, mereka telah menambahkan mesin berkekuatan 12 tenaga kuda berbahan bakar dengan baling-baling ganda pada pesawat bersayap ganda mereka. Sayap-sayap dengan panjang 12 meter itu ditutup dengan kain muslin, kain yang biasanya dipakai untuk pakaian dalam permpuan pada saat itu. Pilotnya harus berbaring melintang pada sayap bagian bawah, menggunakan tuas manual untuk mengontrol arah pesawat.

Di tengah pagi tanggal 17 Desember, Orville memenangi undi koin untuk memberinya kesempatan untuk membuat penerbangan pertama, perjalanan 12 detik sepanjang 36,5 meter dan menjadi catatan sejarah. (NYTS/nmp)

GW912 Copyright © 2001 The New York Times Syndicate

Sumber artikel dan gambar : Harian Kompas

Minggu, 31 Oktober 2010

Di Mana Anda Dapat Menemui “Jalan Musa”?


Geoweek, Kompas – SATU puncak diantara banyak tanjung-tanjung kosong di sepanjang Semenanjung Sinai muncul mencolok dibandingkan yan lain-lain: Gunung Sinai, gunung yang disebut sebagai tempat Tuhan berbicara kepada Musa.

Musa memiliki sejarah unik di dalam Yudaisme, Kekristenan, dan Islam. Dia disebut oleh ketiga agama itu, seperti juga oleh Pentateuch atau buku-buku Musa, buku pertama dari lima buku Perjanjian Lama, yang secara tradisional dianggap berasal dari Musa.

Tangga yang terdiri dari hampir 4.000 anak tangga yang berkelok ke puncak Gunung Sinai disebut Sikket Saydna Musa atau Jalan Musa. Tangga itu berawal dari belakang St Catherine’s, biara Ortodoks dari abad keenam di kaki Sinai, lalu berkelok melalui jalan yang ditandai oleh kapel-kapel tua, tanda peringatan, dan lengkungan dari batu, lalu ke puncaknya di mana terdapat kapel kecil dan masjid yang menandai akhir jalan itu.

Lokasi itu telah menarik ribuan peziarah selama ratusan tahun. Mereka mendaki selama tiga jam menuju puncak setinggi 7.495 kaki (2.285 meter).

Copyright © 2007 The New York Times Syndicate


Sumber artikel dan gambar : Harian Kompas

Jumat, 15 Oktober 2010

Apakah yang Dimaksud dengan Jalan Kaki di Gobi?


Geoweek, Kompas – MENDENGAR orang-orang yang ikut dalam jalan kaki tahunan di Gurun Gobi bisa membuat Anda mengambil kesimpulan yang keras, mereka yang mengikuti kegiatan ini adalah orang-orang yang hilang akal. Tetapi nyatanya, setiap tahun ada lebih dari 40 orang yang mengikuti marathonultra ini.

Dijuluki “Perlombaan yang Tidak Ada Jalan Kembali”, jalan kaki ini menuntut peserta berjalan sejauh 155 mil (250 kilometer) selama tujuh hari melintasi beberapa dari permukaan Bumi yang paling menantang, yaitu Gurun Gobi di barat laut China, sebuah kawasan seluas 550.000 mil persegi (1,3 juta kilometer persegi), di perbatasan antara China dan Mongolia. Dalam setiap tahun, curah hujan yang turun di beberapa bagian Gobi kurang dari 3 inci (7,6 cm).

Mereka yang mengikuti jalan kaki ini harus membawa sendiri semua yang mereka perluakn untuk bertahan selama lomba. Panitia lomba hanya menyediakan air minum, memberi tenda dalam keadaan darurat, dan satu tenda besar untuk dipakai tidur bersama malam hari pada akhir tiap etape. Jalur perlombaan dirahasiakan sehingga sehari sebelum lomba dimulai, melintasi pegunungan dan lembah, bukit-bukit pasir yang luas dan bahkan sungai. Tiap etape jaraknya bisa 10-50 mil (16-80 km). lomba ini diadakan untuk mempengaruhi kegiatan tiga perempuan yang melintasi Gurun Gobi setidaknya lima kali seabad yang lalu. (NYTNS)

GW1216 Copyright © 2004 The New York Times Syndicate


Sumber artikel dan gambar : Harian Kompas

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...